PURWOREJO HARI INI

TIADA DETIK TANPA MUSIK

Kamis, 11 Maret 2010

Pekan Seni W. R. Soepratman


Festival Band Pelajar Pekan Seni WR Soepratman 2010, akan segera berlangsung di Gedung Wanita A. Yani Purworejo, 16-18 Maret 2010
Tema tahun ini adalah:
  • ..Aku kenang Kelahiran WR Soepratman..
  • ..Aku kenang warisi bakat & talenta musiknya..
  • ..Aku bangga Purworejo..
Khusus untuk band pelajar, total hadiah yang diperebutkan sebesar Rp 3juta sebagai dana pembinaan, piagam penghargaan, trophy kejuaraan kategori SMP/MTs dan SMA/SMK/MA
Lagu wajib yang dipersyaratkan: Di Timur Matahari Cipt. WR Soepratman
Sedangkan lagu pilihan bebas: Semua jenis Pop Hits Indonesia
Biaya pendaftaran: Rp 50.000,-; fasilitas: soft drink & snack
Informasi dan tempat pendaftaran: +6281227393536, +622753301800
Technical meeting: 15 Maret 2010 Pkl 14.00 WIB Gedung Wanita A. Yani Purworejo.
Band-band tingkat SMP/sederajat akan berlangsung 16 Maret 2010, sedangkan tingkat SMA/sederajat sehari kemudian.
Bintang tamu antara lain:
  • Fourteen Surabaya (dalam konfirmasi)
  • Ketapunk Cibitung (dalam konfirmasi)
  • Merriejoana Yogyakarta
  • Sylvester Yogyakarta
Berita terkait:

DKP gelar Pekan Seni WR Soepratman
Thursday, 04 March 2010

DKP gelar Pekan Seni WR Soepratman

Image
Foto:Dulrokhim
DEWAN Kesenian Purworejo (DKP) menggelar perhelatan akbar Pekan Seni WR Soepratman selama tiga hari Selasa-Kamis, 16-18 Maret mendatang di Gedung Wanita Purworejo. Acara yang digelar berupa Bursa Karya dan Pameran Seni Rupa, Lomba Melukis (Finger Painting), Festival Band Pelajar SMP dan SLTA, Pentas Tari Dolalak, Peluncuran Buku Antologi Puisi ’Resonansi’, Pentas Baca Puisi, dan Bursa Buku.Ketua Panitia Pelaksana RI Tjiptadi SPd MM menjelaskan, nama WR Soepratman dipilih sebagai kegiatan seni karena sudah menjadi ikon Purworejo selain tari Dolalak.

“Komponis penggubah lagu kebangsaan Indonesia Raya ternyata lahir di Dusun Trembelang, Desa Somongari, Kaligesing, Purworejo. Pemkab Purworejo telah membentuk Tim Penelusuran dan Pelurusan sejarah kelahiran WR Soepratman. Dengan bukti-bukti otentik Pengadilan Negeri Purworejo akhirnya menetapkan bahwa beliau lahir 19 Maret 1903 di Dusun Trembelang, Somongari, Kaligesing, Purworejo, dari pasangan suami isteri Jumeno Kartodikromo dan Siti Senen,” ujar Iman.

Menurut Iman, kebanggaan bahwa WR Sopratman lahir di Purworejo sudah seharusnya diaktualisasikan dan diekspresikan dalam bentuk nyata bukan sekedar ditetapkan saja di atas kertas. Nilai-nilai patriotik dan semangat berkesenian WR Supratman dapat menjadi penyemangat generasi muda Purworejo untuk terus berkarya.

“Salah satu bentuk kebanggaan yakni saat menjelang hari kelahiran beliau disambut dengan berbagai event yang menggambarkan rasa bangga dan handarbeni WR Soepratman. Dengan latar belakang inilah DKP sebagai salah satu fasilitator penggerak seni budaya di Purworejo menggelar Pekan Seni WR Soepratman,” katanya.

Dengan kegiatan ini, Iman berharap dapat meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap seni budaya dan membangkitkan nilai-nilai patriotik bagi masyarakat pada umumnya dan generasi muda pada khususnya.

Sementara itu menurut seksi Pameran Seni Rupa Budiono Mukri, sudah 15 perupa yang siap menggelar karya seperti Sunaryo, Cecep Effendi, Mukri Budiono, Suprapto Effendi, Bram, Latif, Rofic, Yunus, Dedi, Eddy Muryanto, Andy Santa Jaya, Karno, Fajar hadiyanto, Bang Be, dan Agustono.

Sedang seksi puisi, Makhasin SPd, menuturkan, penulis yang terlibat dalam antologi puisi ’Resonansi’ dan siap membacakannya yakni Soekoso DM, Atas S Danusu-broto, Maskun Artha, Sumanang Tirtasujana, Aji Sayekti, Sumaryanto, Ustadji Pantja Wibiarsa, Harjanto Dje, Riyadi, Dandung Danadi, Dulrokhim, Junaedi Setiyono, Harjito, Budhi Setyawan, Supardi AR, RI Tjiptadi, Setiyo Bardono, Agung Te, Makhasin, dan Kristina Kusuma Indrawati.Dulrokhim/mc

PEKAN SENI WR. SUPRATMAN
16 Maret 2010 jam 8:30 - 18 Maret 2010 jam 20:30

Tempat:
Gedung Wanita A. Yani Purworejo
Jalan Kolonel Sugiyono
Purworejo, Indonesia

Agenda :
1. LOMBA MELUKIS/FINGER PAINTING bagi SISWA PAUD dan GURU PAUD
2. FESTIVAL BAND PELAJAR diikuti 15 Grup Band SMP dan 15 Grup Band SMA
3. BURSA KARYA dan PAMERAN SENI RUPA oleh seniman Purworejo
4. PELUNCURAN ANTOLOGI PUISI "RESONANSI" 20 Penyair Purworejo (Sukoso DM, Atas
S. Danusubroto, Maskun Artha, Sumanang Tirtasujana, Aji Sayekti, Sumaryanto,
Ustadji Patja Wibiarsa, Harjanto Dje, Riyadi, Dandung Danadi, Dulrokhim, Junaedi
Setiyono, Harjito, Budhi Setyawan, Supardi AR, Ri Tjiptadi, Setiyo Bardono,
Agung Te, Makhasim, Kristina Kusuma Infrawati)
5. PERTUNJUKKAN BACA PUISI

PENANGGUNG JAWAB
Drs. Sumanang Tirtasudjana (Ketua Dewan Kesenian Purworejo)
KETUA PANITIA
R. Iman Tjiptadi, S.Pd., M.M. (Sekretaris Dewan Kesenian Purworejo)
WAKIL KETUA
Drs. Edi Heru Atmadja (Wakil Ketua II Dewan Kesenian Purworejo)
SEKRETARIS
1. Makhasin, S.Pd. (Komite Sastra)
2. Dwi Suryanto (Komite Musik)
BENDAHARA
Adriana, S.H. (Bendahara Dewan Kesenian Purworejo)
PENANGGUNG JAWAB ACARA
1. Heru Probo, S.H. (Komite Musik)
2. Yosafat Angling Setyo (Komite Musik)
KOORD LOMBA LUKIS DAN PAMERAN
1. Budiono Mukri (Komite Seni Rupa)
2. Suprapto Efendi (Komite Seni Rupa)
KOORD FESTIVAL BAND DAN PENTAS MUSIK
1. Yosafat Angling Setyo (Komite Musk)
2. Ign. Mulyono Sadeli (Komite Musik)
3. Dwi Suryanto (Komite Musik)
4. Heru Probo, S.H. (Komite Musik)
KOORD PENTAS TARI
1. F. Untariningsih, S.E. (Wakil Ketua III Dewan Kesenian Purworejo)
2. Asih Yuniati (Komite Tari)
KOORD ANTOLOGI PUISI DAN PENTAS BACA PUISI
1. Supardi A.R. (Komite Sastra)
2. Drs. Dulrokhim (Wakil Ketua I Dewan Kesenian Purworejo)
PUBLIKASI DAN DOKUMENTASI
Drs. Dulrokhim (Wakil Ketua I Dewan Kesenian Purworejo)
PERLENGKAPAN
Wahidin, S.Pd. (Komite Sastra Jawa)
KONSUMSI
Asih Yuniati (Komite Tari)
DEKORASI
Drs. Agus Pramono (Komite Teater)
KEAMANAN
Budiono Mukri (Komite Seni Rupa)


Jumat, 26 Februari 2010

Album Ngallah Beredar


Dalam beberapa tahun terakhir, genre musik campursari berkembang dengan amat menggembirakan di Purworejo. Salah satu penandanya, dengan hadirnya Album VCD Karaoke Campursari Ngallah. Satu per satu musisi lokal asal Purworejo, kembali menghadirkan karya-karya yang diapresiasi bagus dari audiensnya. Kabarnya copy ulang album ini sedang dilakukan, segera setelah sambutan awal masyarakat warga Purworejo sangat bagus.
Dalam album ini terdapat sepuluh track, yakni Ngallah (Ciptaan H. Kelik Sumrahadi, S. Sos, MM., vokal H. Kelik Sumrahadi, S. Sos), Bingung (Ciptaan Dwi Suryanto, vokal Dul Giman dan Wulan Mentari), Jaran Kepang (Ciptaan Yanto H.S., vokal Yanto H.S. dan Tinuk Wijayanti), Pantai Ketawang (Ciptaan Suradi Laga, vokal Suradi Laga), Temu Kangen (Ciptaan Dwi Suryanto, vokal Wulan Mentari), Pasar Baledono (Ciptaan Yanto H.S., vokal Yanto H.S. dan Tinuk Wijayanti), Dudu Barang Murahan (Ciptaan Suardi Laga, vokal Suradi Laga dan Yanti Wijaya), Janji Suci (Ciptaan Dwi Suryanto, vokal Yanti Wijaya), Kidung Wengi (Ciptaan Yanto H.S., vokal Yanto H.S.) dan Wis Keduwung (Ciptaan Suradi Laga, vokal Suradi Laga).
Mentari Musik Purworejo bersama Irama Tara Jakarta mengemas karya-karya musik rekam ini dalam format karaoke. Satu ajakan yang cukup 'marketable' sekaligus edukatif. Audiens yang penikmat musik tak hanya disuguhi sajian auditif suara saja, tapi juga aktif untuk ikut menyanyi bersama atau 'diajarkan' perlahan-lahan untuk bisa menyanyikannya tanpa harus repot mencari iringan musiknya.
Ini juga pengalaman dan pelajaran amat berharga, khususnya untuk musisi-musisi lokal lainnya yang sedang berproses menuju jenjang-jenjang dengan pendekatan produksi mandiri. Penguasaan tentang musik dan elemen-elemen pemasaran modern kian dibutuhkan, khususnya di era social media network yang sedang menggejolak di kalangan masyarakat secara umum.
Dul Giman, yang jauh-jauh hari telah merampungkan proyek-proyek album musik campursarinya, dengan tangan dingin banyak membagi kepiawaiannya. Bersama Dul Giman Group dan DGM Production, Dul Giman, salah satu pentolan campursari kota ini pun turut terlibat aktif di balik layar. Alhasil, tautan kerja sama secara keseluruhan mampu menambah sekian derajat nilai lebih. Banyak warga Purworejo di perantauan, makin mengapresiasi dengan menjadikan track-track di album-album sejenis sebagai pengobat kangen pulang kampung. Begitu pun kerja sama dengan sekian banyak radio station di berbagi kota, seakan menjadi 'outlet' pesan-pesan magis ini tersampaikan dengan sangat luas jangkauan dengar. Akankan media internet dan komunitas-komunitas pertemanan juga membuatnya makin kondang, kita nantikan. [djnn/z104]

Jumat, 22 Januari 2010

Methodology Populer Pedagogy Musik

Carl Orff [1895 – 1982]
Composer Jerman dan Pedagog

Orff mulai mengajar di Munich pada tahun 1920-an, yang pada saat itu, sekolah yang melatih guru dana gymnastic dan tari cukup popular. Orff mendirikan “Guntherschule” bekerjasama dengan penari Dorothy Gunther dan menggabungkan pelajaran tari dengan musik. Sekolahnya itu hancur pada saat perang dunia II. Setelah peperangan selesai, pemerintah Jerman menginginkan Orff untuk memfokuskan kepada pendidikan musik, Dengan memulai berbagai kelas musik di Salzburg. kini institute Orff yang berdiri di Salzburg mendidik calon guru musik, dengan tujuan agar dapat mendidik anak supaya bisa menciptakan musik sendiri.

Goals of Orff Style of Teaching
• Mengembangkan kemampuan anak dengan bakat musik
• Bermain instrument, improvisasi dan mengkreasi musik
• Dengan menggunakan instrument yang sederhana
• Salah satunya menggunakan instrument Gamelan dari Indonesia
Orff terkenal menggunakan instrument perkusif dalam pengajarannya. Seperti Xylophones, Metallophones, dsb.

Summary:
• Perlunya partisipasi yang aktif untuk mengerti
• Menyanyikan pentatonic scales
• Mengerakan tubuh, bertepuk, snapping.
• Integrasi dari menyanyi, menari, dan bermain instrument
• Menggunakan instrument musik yang didesain unik
• Mengembagkan kreatifitas murid.

Zoltan Kodaly [1882 – 1967]
Komposer, Musikolog, dan Pedagog Hungaria

Kodaly dikenal dengan karya-karya choral dan metodologi mengajar. Kodaly memiliki tujuan memajukan pendidikan musik untuk semua orang Hungaria. Pendidikan musik utama dari Kodaly adalah melalui nyanyian/musik vocal.

Main Points
• Meyakini bahwa pendidikan musik dimulai dari nyanyian
• Mengembagakn kemampuan berbicara melalui nyanian
• Metode menggunakan nyanyian tradisi bangsa sendiri (bahasa ibu)
• Meyakini bahwa pendidikan musik harus mengikuti perkembangan anak

Basic Philosophy
• Literature musik adalah sesuatu yang dapat dilakukan dan dinikmati semua orang
• Menyanyi adalah dasar dari semua pendidikan musik
• Pendidikan musik harus dimulai dari usia dini
• Musik dari kebudayaan local adalah alat terbaik mendidik musik
• Hanya musik dengan tingkat kesenian tinggi yang bisa digunakan

Shinichi Suzuki

Suzuki telah familiar dengan musik sejak usia muda. Keluarganya membuat biola, dan Suzuki dengan saudara-saudara kendungnya membentuk grup biola yang lalu secara aktif pentas di Jepang. Setelah perang dunia II, pabrik biola milik keluarganya hancur, sejak itu Suzuki mengalihkan perhatiannya kepada pendidikan musik. Metode pendidikan musik dari Suzuki sudah terbukti sangat efektif dalam mendidik anak-anak usia muda dalam bermain biola.

Basic Concept
• Seluruh anggota keluarga dilibatkan dalam proses belajar musik
• Mulai pendidikan sejak dini
• Anak memulai pendidikan dengan mengimitasi dari pendengaran
• Semua musik yang dimainkan dihafal, membaca tidak diperhatikan untuk tahap awal
• Semua bahan pelajaran dipelajari dengan detail

Basic Avantages
• Pencapaian level yang tinggi
• Pengenalan musik yang bagus sejak dini
• Anggota keluarga yang ikut bekerjasama

Basic Concern
• Terlalu menekankan pada proses imitasi
• Mempelajari notasi musik dengan terlambat
• Perbedaan budaya di dalam keluarga Negara yang berbeda.

[*]

WELCOME..

Facebook Badge

ARTICLES..

SOLO ORGAN..

BAND..

DIATOETNIKA 1..

DIATOETNIKA 2..

LIKE US..!

LIKE US..!

SOUND SYSTEM..

FOLLOW US..

FOLLOW US..