PURWOREJO HARI INI

TIADA DETIK TANPA MUSIK

Selasa, 15 Februari 2011

Mengarang Lagu Anak Berkarakter dan Berbudaya


Anak-anak menyanyikan lagu anak-anak. - Foto Nanang Virtual/Mentari.

Penanaman sejak dini nilai-nilai yang sesuai karakter dan budaya bangsa sangatlah dibutuhkan dijaman sekarang guna membekali para peserta didik sebagai generasi penerus. Melalui Kegiatan Belajar Mengajar baik intra maupun ekstrakurikuler, nilai-nilai tersebut bisa dimasukkan kedalam materi pembelajaran, baik secara teori dan tentu saja yang lebih penting adalah praktek.

Langkah awal dalam hal mencipta lagu yang berkarakter dan berbudaya, tentu saja dalam hal ini penuangan ide harus bersumber pada tema nilai-nilai karakter dan berbudaya. Agar dalam pembahasan selanjutnya lebih mengarah pada sasaran yang bersifat budaya lokal, maka penulis langsung mengambil tema tentang pengenalan budaya lokal Purworejo lewat lagu anak-anak.

Dalam filosofi Cina, kepemimpinan adalah karakter. Orang dengan karakter yang hebat, yang berkembang seiring pertambahan waktu, secara alami menjadi para pemimpin. Menurut pendapat Philips Brooks; Karakter tidak dapat dibentuk selain dengan proses yang tetap, panjang dan berlanjut terus-menerus. Pendapat Langgeng Sulistuyono, Pangdam IV Diponegoro; karakter adalah kualitas probadi yang bersifat unik yang menjadikan sikap/perilaku seseorang yang satu berbeda dengan yang lain. Karakter muncul dari ucapan, sikap atau perilaku.

Segala hasil budi daya manusia yang menghasilkan karya dimana karya tersebut merupakan akar dari kekasasan atau ciri khusus dimana meraka bertempat tinggal, dan jika dari hasil budi daya tersebut bermanfaat bagi orang banyak, perlu dilestarikan dan dikembangkan, karena hal itulah budaya local yang kita miliki. Dalam hal ini, salah satu dari sekian banyak hasil budaya lokal yang perlu kita pelajari dan kembang tingkatkan adalah karya musik, yang nantinya berfungsi paling tidak memperkenalkan, atau menambah khasanah karya musik berbudaya lokal seperti yang diharapkan.
Adalah lagu yang mempunyai kriteria antara lain:
  1. Syair sederhana, sesuai tingkat perkembangan umur dan dunia/alam pikiran anak-anak. Ambitus suara tidak terlalu lebar, jangkauan wilayah suara anak-anak masih terbatas.
  2. Lagu berbentuk satuan, syair lagu pendek/tidak terlalu panjang.
  3. Jiwa lagu ceria, sesuai dengan ekspresi spontan dan emosi anak.
[bersambung/ds]

LOMBA MENYANYI LAGU-LAGU NASIONALISME


CLASSMEETING “ LOMBA MENYANYI LAGU-LAGU NASIONALISME “ DI SMP N 17 PURWOREJO

Pembinaan Nasionalisme melalui Jalur Pendidikan yang Berkarakter dan Berbudaya diarahkan pada upaya peningkatan karakter dan kecintaan terhadap tanah air serta kesadaran nasional di kalangan peserta didik.
Pengintegrasian materi Nasionalisme dan Karakter di SMP N 17 Purworejo salah satu kegiatannya dengan mengadakan Lomba Menyanyi Lagu-lagu Nasionalisme yang wajib diikuti oleh tiap peserta didik sebagai wakil dari tiap-tiap kelas (kelas VII sd IX) yang dilaksanakan pada hari Kamis, 16 Desember 2010. Kegiatan berlangsung meriah, kecuali sebagai sarana pengembangan bakat minat juga sebagai hiburan diantara para peserta didik yang baru saja selesai melaksanakan tes akhir semester gasal tahun pelajaran 2010/2011.
“ Perkembangan dunia seni musik dewasa ini menunjukkan peningkatan yang demikian maju seiring dengan teknologi yang sangat mendukung bagi pencipta lagu dalam hal menuangkan ide-ide kreatifnya. Namun, sangat disayangkan tidak sedikit pula para pencipta lagu yang hanya mengejar popularitas dan bisnis semata dengan cara membuat lagu bebas tanpa ada isi maknanya, bahkan tidak sopan/norak. Anehnya….!! Justru lagu-lagu seperti inilah yang cepat melekat dan dihapal mulai anak-anak sampai orang dewasa, hal ini tentu saja tidak sejalan dengan penanaman nilai-nilai nasionalisme juga karakter bangsa. Tidak heran, pada kenyataannya saat ini nilai-nilai semangat dan karakter dirasakan mulai luntur ” demikian keprihatinan Dwi Suryanto, S.Pd. guru Pembina seni musik, yang kebetulan baru saja mengikuti Seminar Pembinaan Nasonalisme dan Karakter Bangsa Melalui Jalur Pendidikan, dimana sebagai nara sumber Gubernur Jawa Tengah belum lama ini. Pak Dwi diundang sebagai penghormatan atas prestasi Juara III Cipta Lagu Tingkat Jawa Tengah.
Menyadari pentingnya pendidikan karakter bagi peserta didik, maka melalui Lomba Antar Kelas dengan materi “Menyanyi Lagu-lagu Nasionalisme” merupakan aksi sebagai proses internalisasi nilai-nilai nasionalisme yang akan berjalan seiring dengan pembentukan karakter dan budi pekerti peserta didik. [ds]


Sabtu, 16 Oktober 2010

Diatoetnika, sebuah Format Musik

“ Well come to my Paradise… Where the skies so blue…

Demikianlah sepenggal lirik lagu yang dilantunkan duet antara Wulan dan Yanti diiringi sekelompok pemain musik akustik campuran yang tergabung dalam Mentari Music pada acara resepsi pernikahan di Gedung Jati Indah Purworejo. Satu buah lagi muncul di Purworejo, kelompok musik sebagian besar anak muda yang beraliran pop dan tradisi, dalam hal ini merupakan penggabungan aliran musik pop dan musik etnik Jawa. Lagu-lagu yang dibawakan adalah lagu-lagu seperti pada umumnya yang sedang hangat atau disenangi kaum remaja, juga karyamusik atau tembang-tembang Jawa, termasuk karya musik di Nusantara dalam kemasan ritme yang cenderung nge-beat dan sedikit rancak.

Pada prinsipnya, aliran musik “Diatoetnika“ ini sama dengan campursari, yaitu penggabungan lebih dari satu jenis musik baik dari segi tangga nada, yaitu Pentatonik (Slendro dan Pelog) dengan Diatonis, penggabungan komposisi instrumen gamelan dari unsur melodi (saron) dan ritmis (kendang). Bahkan lagu-lagu dari manca negara membuat lengkap sebagai sajian untuk diperdengarkan. Maka jadilah aliran musik yang dibawakan oleh sekelompok pemain band ini menjadi jenis musik dalam konsep kolaburasi pop dan etnik.

Menurut Dwi Suryanto, Pimpinan Sanggar Mentari Music, terbentuknya kelompok musik ini diawali dari kebutuhan sajian hiburan live music untuk mengisi acara Grand Final Pemilihan Bagus Roro Purworejo tahun 2010. Karena gedung untuk pentas termasuk kecil, maka musik akustik merupakan pilihan yang sangat ideal pada pola pentas indoor dimana penonton yang hadir juga tidak semuanya duduk.

Mengingat permintaan di dunia hiburan (entertainment) khususnya keperluan sajian musik pada acara pesta pernikahan, dimana lagu-lagunya cenderung lengkap dari berbagai jenis musik, maka Mentari Music mengajak kelompok band “Mr. RyOuSt“ untuk bergabung membentuk kelompok musik ini, dengan harapan semoga bisa menambah warna musik di Purworejo kota Berirama tercinta. Hal ini terbukti, pada waktu pentas belum selesai sudah ada yang langsung booking untuk mengisi acara pernikahan pada awal tahun 2011. Kondisi positif ke depan, teman-teman band “Mr. RyOuSt” akhirnya perlu berapresiasi lebih untuk mendalami karya musik Tradisional Jawa, tak heran bila anak-anak band pada ngumpul di Mentari Music yang beralamatkan di Kledungkradenan RT 01/RW IV, Banyuurip, Purworejo. [ds/nn]

WELCOME..

Facebook Badge

ARTICLES..

SOLO ORGAN..

BAND..

DIATOETNIKA 1..

DIATOETNIKA 2..

LIKE US..!

LIKE US..!

SOUND SYSTEM..

FOLLOW US..

FOLLOW US..